<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8423635</id><updated>2011-04-21T21:21:35.405-07:00</updated><title type='text'>atas nama</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://namakunamamu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8423635/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namakunamamu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>namakunamamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190321302978038324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8423635.post-109884660754044382</id><published>2004-10-27T22:13:00.000-07:00</published><updated>2004-10-26T20:25:58.610-07:00</updated><title type='text'>DUA PULUH TAHUN SINDROM !</title><content type='html'>Orang bilang dua puluh tahun itu di ambang tua. Trus kenapa? Aku lahir 27 Oktober 1984. Sekarang sudah dua puluh tahun! Aku ingin menghadapi kegilaan-kegilaan ini dengan riang. Tapi tak bisa begitu saja semua berjalan baik. Tergantung pilihan. Kemarin sore aku melihat Quraish Shihab bercerita tentang takdir:Bahwasanya orang memilih takdirnya sendiri. Manusia memilih dengan sadar akan takdirnya supaya manusia lebih bertanggung jawab. Aku ngeri dan harus kuakui bahwa diriku tidak cukup dewasa bisa menerima kenyataan ini. Ya, aku pikir memang diriku masih kekanak-kanakan dengan terus-menerus menyalahkan Tuhan. Atau kesadaran akan maha Baik, maha buruk dan relativitas Tuhan yang terus membuatku berburuk sangka.Dan pada titik ini aku senang sempat merasa dan bahkan memakan candunya! Candu TUHAN!&lt;br /&gt;Selain itu, Jambangan bagi saya sebagai candu yang memabukkan. Entah bagiku simbol-simbol, postulat-postulat dan klaim-klaim itu masih mengganggu begitu dalam. Melindap dalam kesadaran maupun ketidak sadaranku. Termasuk yang tersisa dalam diriku seonggok ingatan mengenai Qunut, barzanji, alfiah dan celak. Di umur yang masih belia aku harus menjalani ritual yang demikian menggoda perkembanganku. Mengenai iman dan tingkah laku. Mengenai Tuhan dan diriku.Atau aku akan menyapa Tuhan dengan panggilan mesra:"Allahku yang baik."Sungguh, aku masih sangat terharu. Aku dibiakkan oleh kesadaran rasio dan pikiran. Aku berpetualang menuju diriku dan....TUHAN? Atau sebenarnya aku sudah cukup kualat untuk mengeja kitab suci setiap ba'da maghrib atau sehabis shalat 5 waktu yang rutin itu?(oh,ya untuk sekadar mengingat bahwa ibuku mengatamkan kitab suci 8 kali dalam sebulan pada Ramadan)&lt;br /&gt;Hm..tentu aku punya alasan.&lt;br /&gt;sekali lagi aku ingin memberanikan diri untuk terus berani.walaupun berani bukan tanpa ketakutan!Nietzsche bilang berani adalah mereka yang tahu ketakutan tetapi menaklukan apa yang menjadi ketakutan itu. mereka yang menyaksikan jurang yang dalam dengan rasa bangga.(Brave is who knows fear but conquer fears, who sees the abyss but with prid-Nietsche) Ya, sudah bukan berarti aku terus melangkah tanpa alasan, tho? Aku ingin tertawa dengan sangat keras. Aku ingin berteriak dengan sangat lantang dan ganas:umurku telah jadi tua, dua puluh tahun!&lt;br /&gt;Slanjutnya aku akan memulai segala sesuatunya dengan pertimbangan. Setidaknya Jogja telah banyak mengubahku. Dan kalimat yang terus aku ulang-ulang adalah &lt;strong&gt;aku tidak akan berubah hanya karena kondisi menyamankan aku untuk berubah. &lt;/strong&gt;Aku pikir ini tidak fair. Sebuah pengakuan yang paling jujur kali ini adalah &lt;strong&gt;aku sama sekali belum dewasa! Setidaknya untuk menentukan takdirku secara lebih tepat dan bijak.Segala pilihan ada di tanganku atas apa pun kemudian yang menimpaku.Atau atas keterbatasan yang bernama;PILIHAN.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Layukalifullahu nafsan illa wus'aha. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dan untuk petrtanyaan yang pantas diulag-ulang:&lt;em&gt;"Fabiayyiaalaai Rabikumaa tukadzibaan?"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dan untuk sebuah doa:"Allahku, Engkau tahu keinginanku terus bermunculan.Maka, cukupkanlah aku. Cukupkanlah aku untuk mengetahui DIRIMU!"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8423635-109884660754044382?l=namakunamamu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namakunamamu.blogspot.com/feeds/109884660754044382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8423635&amp;postID=109884660754044382' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8423635/posts/default/109884660754044382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8423635/posts/default/109884660754044382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namakunamamu.blogspot.com/2004/10/dua-puluh-tahun-sindrom.html' title='DUA PULUH TAHUN SINDROM !'/><author><name>namakunamamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190321302978038324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8423635.post-109884368071184198</id><published>2004-10-14T19:13:00.000-07:00</published><updated>2004-10-26T20:17:29.163-07:00</updated><title type='text'>Edisi merah jambu Miss M &amp; Mr B</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Masya Allah, sudah mau puasa! Ada banyak sekali persoalan yang harusnya bisa aku ceritakan. Sekarang tepat sehari sebelum puasa, 14 Oktober 2004. Hari-hari kok rasanya jadi aneh, ya.(setidaknya dalam seminggu ini aku sering mengucapkan kata-kata itu)&lt;br /&gt;Aku ingin lebih berarti dengan lebih bisa melakukan banyak hal yang menarik. Namun malah disibukkan oleh hal-hal konyol yang tak masuk akal.&lt;br /&gt;Persoalan yang paling dekat adalah persoalan yang menimpa kawanku sendiri. Antara Miss M dan Mr B. Entahlah rasanya aku kok terlibat jauh dengan mereka berdua. Memangnya harusnya aku bagaimana yaaa?&lt;br /&gt;Kemungkinan terburuk adalah ketika aku tidak bersikap dengan adil kepada keduanya. Iyalah, kedua-duanya kawan baikku.&lt;br /&gt;Aku ingin merumuskan ini dengan seadil-adilnya. (Adduh, aku harus mengaku pada titik ini aku merasa hal-hal normatif yang lewat adalah kamuflase belaka. Aku jadi tak percaya. Pertanyaan mengenai kabar, pernyataan perhatian dll &amp; dsb. Bohong semua!) Masak aku disibukkan dengan permasalahan-permasalahan mereka ?&lt;br /&gt;Miss M yang terpenjara dengan kungkungan panoptik di lingkaran fundamentalis atau Mr B yang sekuler. Rasanya memang banyak hal yang berseberangan. Apalagi soal kepercayaan ataupun keputusan. Namun hal yang membuat diriku jengah adalah ketika proses komunikasi itu terhenti. Proses saling mengenal itu tidak ada. Terus apa gunanya ? Ketika sebuah relasi (entah itu namanya apa, kawan, sahabat, atau mungkin pacar) tiada proses dialogis yang sehat. Salah faham atau saling sengkarut tak karuan. Kok aku melihat keanehan-keanehan dalam relasi seperti ini; kamuflase dan dangkal. Mengapa pula sebuah relasi tidak dipandang sebagai sudut pandang yang lebih positif? Tidak meletakkan tapi juga tidak melempar. Tidak terlalu menganggap relasi itu begitu spesial atau sebaliknya relasi itu begitu terkutuk (?!?!). Ya.. pada posisi ini saja, kedua kawanku itu sudah tidak bertemu. Mereka tidak dalam lingkup kesepahaman yang sama. Bisakah baik-baik berhubungan dengan ketulusan? Atau minimal menormalkan keposesifan? Aku membayangakan mereka akan saling bercerita dengan tenang tanpa diburu perasaan-perasaan bersalah yang berlebihan (Sekaligus menggelikan).&lt;br /&gt;Kalau memang persoalannya hubungan jenis kelamin yang “pelik” mbok iya dibicarakan. Itu saja sich. Kok isinya tidak puas dan kecemasan di tiap harinya. Aku kok melihat semakin hari semakin ruwet-wet. Atau misalnya begini: sebenarnya mereka itu saling “mencintai” nggak sich? Atau jangan-jangan sepihak saja. Biar lebih plong githu lhoo…&lt;br /&gt;Aku berharap semua berjalan dengan riang seiring dengan dinamikanya. Bahagia dan luka. Puas ataupun kecewa. Adaaaa…saja!&lt;br /&gt;Yang tak boleh dilupakan: perlu adanya pembedaan wilayah mana yang private dan wilayah mana yang publik. Karena, saling menjaga nama baik sama halnya menjaga nama baik diri sendiri.&lt;br /&gt;Entahlah, aku merasa aneh saja dengan relasi yang mereka bikin…. Ya sudah tak usah berkawan dengan impian. Tidak usah berkawan dengan kekonyolan. Dengan ketulusan saja! Apa susahnya ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini dari ketulusan seorang kawan, yang berharap bisa menemukan kedua kawannya (diatas) bisa saling bercerita. Entah dengan atas nama apa. Bisakah membicarakan persoalan relasi (apapun) lebih jauh secara argumentatif? Yaitu tentang pertemanan, pacaran atau pernikahan?Silahkan menyertakan hadist dan Qur’an. Atau dengan teori-teori apapun! Habisi sampai tuntas kebuntuan ini. Mari buktikan bahwa apa yang sebenarnya diyakini adalah sesuatu hal yang diketahui hukumnya secara komprehensip, tidak cuma hembusan kuping yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.Gimana&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8423635-109884368071184198?l=namakunamamu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namakunamamu.blogspot.com/feeds/109884368071184198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8423635&amp;postID=109884368071184198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8423635/posts/default/109884368071184198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8423635/posts/default/109884368071184198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namakunamamu.blogspot.com/2004/10/edisi-merah-jambu-miss-m-mr-b.html' title='Edisi merah jambu Miss M &amp; Mr B'/><author><name>namakunamamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190321302978038324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8423635.post-109720531182108483</id><published>2004-10-07T19:30:00.001-07:00</published><updated>2004-10-07T20:15:11.820-07:00</updated><title type='text'>tujuh oktober</title><content type='html'>Ada yang bernama kegelisahan mengusik saya. Suatu kali aku harus mengaku kalau aku menginginkan sesuatu.&lt;br /&gt;Hari-hari terakhir kulalui dengan sangat ajaib. Benturan dan reward kuhadapi dengan tanpa sengaja. Yah, aku pikir segala sesuatunya terjadi tanpa sengaja.&lt;br /&gt;Yang terbaru agaknya membuat aku terus berpikir bagaimana membuat orang tidak marah karena aku. Begini, aku harus menyebut cinta pertamaku sewaktu aku masih duduk di bangku MTsN. Tololnya dengan teman sekelas! Laki-laki yang celaka, pikirku. Sekarang rasanya perasaan itu muncul lagi. Hanya saja hal terburuk yang tidak berubah dari dulu adalah kemauan untuk jujur.  Mungkin ada benarnya terdapat batas yang sempit antara benci dan suka, antara menginginkan sekaligus menakuti. Atau jangan-jangan apa yang dibilang seorang kawan kapadaku ada benarnya:bahwa apa yang sebenarnya kita inginkan adalah yang sebenarnya kita takuti. Ya, sewaktu MTs aku pernah menyukai seseorang sekaligus membenci orang itu sepanjang aku mengenalnya. Aku sebenarnya kasihan mengapa orang yang kusukai adalah orang yang kubenci. Lagi-lagi seorang kawan pernah berpetuah kepadaku; Bahwasanya aku pengecut dan tidak dewasa menghadapi segala resiko perasaan yang kemudian muncul. Bukannya aku tidak merawat perasaanku tapi rasanya aku merawat dengan cara yang salah. Kamuflase untuk menutupi.Hal terburuknya adalah aku selalu berbuat buruk kepada orang yang mendapat celaka karena kusukai tadi.&lt;br /&gt;Rasanya mungkin aku tidak harus minta maaf atas perasaan yang kemudian muncul hanya saja aku perlu berbuat baik pada setiap orang.  Mungkin aku akan minta maaf atas ketidak dewasaanku itu.&lt;br /&gt;Sebenarnya ada hal lain yang kemudian menjadi ironis. (Mungkin ada benarnya kalau aku tidak berpengalaman untuk berinteraksi dengan yang bernama laki-laki! Harus kuakui kalau baru disini, aku berinteraksi langsung dengan makhluk yang bernama laki-laki. Bahkan persoalan yang sangat sepele:bersalaman dan berboncengan. Tentu dengan keputusan yang beralasan.) Insiden yang berbalik kemudian menimpaku: dengan sangat mengejutkan seorang kawan tiba-tiba berbicara pelan untuk mengajak berkencan! Tuhan, pun ini membuat aku jadi bingung. Hal-hal mengerikan kemudian terhambur darinya: perkataan-perkataan atas nama perasaan yang kemudian menjadi sangat memualkan perut dan kesadaran. Aku takut sekaligus pengecut. Aku bukan apa-apa atas apa pun. Aku bergerak menjauh semakin takut menjalani kekonyolan lagi. Saya merasa tidak pintar bermain dilingkaran seperti ini.Hal buruk yang kemudian kulakukan adalah perlahan-lahan aku melangkah menjauh sejak insiden sederhana yang harusnya bisa kuhadapi dengan lebih elegan dan dewasa.  Aku pun jadi membencinya.&lt;br /&gt;BODOH!Aku perlu mengutuk kedua kekonyolan-kekonyolan itu dengan lebih keras. Aku perlu berinteraksi dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8423635-109720531182108483?l=namakunamamu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namakunamamu.blogspot.com/feeds/109720531182108483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8423635&amp;postID=109720531182108483' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8423635/posts/default/109720531182108483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8423635/posts/default/109720531182108483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namakunamamu.blogspot.com/2004/10/tujuh-oktober.html' title='tujuh oktober'/><author><name>namakunamamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190321302978038324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8423635.post-109582627964089263</id><published>2004-09-22T09:22:00.000-07:00</published><updated>2004-09-21T21:11:19.640-07:00</updated><title type='text'>atas nama pertama</title><content type='html'>Akhirnya harus kumulai juga. Mengeluh, misuh dan trenyuh. Apapunlah yang harus kuhadapi dengan suka cita.&lt;br /&gt;Ada sebagian orang teman yang mulai baik dan mengenal. Dekat dan akrab. Entahlah, semuanya kok jadi menggembirakan.&lt;br /&gt;Setidaknya, harus ada yang kumulai dari sini:&lt;br /&gt;Berusaha jujur!&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8423635-109582627964089263?l=namakunamamu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namakunamamu.blogspot.com/feeds/109582627964089263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8423635&amp;postID=109582627964089263' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8423635/posts/default/109582627964089263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8423635/posts/default/109582627964089263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namakunamamu.blogspot.com/2004/09/atas-nama-pertama.html' title='atas nama pertama'/><author><name>namakunamamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190321302978038324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
